Home » CBM Trafo: Studi Kasus Trafo 30MVA yang Diselamatkan dari Breakdown

CBM Trafo: Studi Kasus Trafo 30MVA yang Diselamatkan dari Breakdown


PT Tridaya Elektra Mandiri • Case Study • 28 Mei 2026

CBMSFRAStudi KasusTrafo 30MVAKalimantan

CBM Trafo: Studi Kasus Trafo 30MVA PKS yang Diselamatkan dari Breakdown

Program CBM (Condition Based Monitoring) bukan hanya teori — ini adalah investasi nyata yang bisa menghemat miliaran rupiah. Berikut studi kasus nyata bagaimana PT TEM mendeteksi kerusakan kritis pada trafo 30MVA di pabrik kelapa sawit (PKS) Kalimantan sebelum terjadi breakdown total.

Latar Belakang Kasus

Sebuah pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Tengah mengoperasikan trafo utama 30MVA 150/6kV yang sudah beroperasi 14 tahun. Tidak ada program monitoring rutin — hanya visual inspection tahunan. Tim operasi merasa “trafo baik-baik saja” karena tidak ada gangguan yang terasa.

Kondisi awal: Trafo 30MVA, beroperasi 14 tahun, tidak ada program CBM, tidak ada anomali yang disadari oleh tim operasi.

Temuan Pertama: DGA Menunjukkan Anomali

PT TEM melakukan pengambilan sampel minyak trafo untuk DGA sebagai bagian dari survei awal program CBM. Hasil DGA mengejutkan:

ParameterHasil TestBatas NormalStatus
H2 (Hidrogen)380 ppm<100 ppmKRITIS
CH4 (Metana)245 ppm<120 ppmWaspada
C2H2 (Asetilena)18 ppm<3 ppmKRITIS
C2H4 (Etilena)190 ppm<80 ppmKRITIS
TDCG1.250 ppm<720 ppmKRITIS

Interpretasi Duval Triangle: C2H2/(C2H2+C2H4+CH4) = 18/453 = 4%, C2H4/453 = 42%, CH4/453 = 54% → Zona D1/DT (Discharge + Thermal). Ada indikasi arcing internal ringan disertai overheating.

Konfirmasi dengan SFRA Test

Untuk mengkonfirmasi apakah ada kerusakan mekanik pada winding, PT TEM melakukan SFRA (Sweep Frequency Response Analysis) menggunakan FRANEO 800. Hasilnya dibandingkan dengan fingerprint awal (test sebelumnya atau trafo identik).

Temuan SFRA:

  • Frekuensi rendah (10Hz – 1kHz): Deviasi minor, dalam batas normal
  • Frekuensi menengah (1kHz – 100kHz): Deviasi signifikan pada fasa R → indikasi winding deformation atau loose winding support
  • Frekuensi tinggi (100kHz – 2MHz): Normal
Kesimpulan SFRA: Ada indikasi deformasi winding fasa R, kemungkinan akibat short circuit eksternal yang pernah terjadi sebelumnya (tidak dilaporkan) dan aging material setelah 14 tahun.

Keputusan dan Tindakan

Berdasarkan DGA (zona D1/DT) + SFRA (deformasi winding), PT TEM merekomendasikan:

  1. Kurangi beban trafo segera ke 70% kapasitas (dari 95% operating)
  2. DGA ulang dalam 4 minggu untuk memantau tren gas
  3. Rencanakan shutdown dalam 3 bulan untuk inspeksi internal dan perbaikan
  4. Siapkan trafo cadangan atau rental trafo mobile sebagai backup

DGA ulang 4 minggu kemudian: H2 turun dari 380 ke 290 ppm (penurunan karena beban dikurangi), C2H2 stabil di 20 ppm. Tren terkontrol, shutdown direncanakan pada maintenance shutdown tahunan PKS (3 bulan kemudian).

Hasil Inspeksi Internal

Saat shutdown PKS, trafo dibuka untuk inspeksi internal. Temuan:

  • Winding fasa R: 3 titik kerusakan minor pada conductor insulation, 1 titik arc mark kecil
  • Core: kondisi normal
  • Bushing: aging, perlu diganti
  • Minyak trafo: warna coklat gelap, BDV hanya 28kV/2.5mm (jauh di bawah standar 60kV)

Tindakan perbaikan: rewinding fasa R, ganti bushing, purifikasi total minyak trafo. Biaya perbaikan: Rp 1,8 miliar.

Mulai Program CBM Trafo Anda Sekarang

Lebih murah CBM rutin daripada breakdown. Trafo 30MVA baru = Rp 8-12 miliar. Program CBM PT TEM setahun = Rp 150-300 juta.

Konsultasi Program CBM

ROI Program CBM: Perhitungan Nyata

SkenarioTanpa CBMDengan CBM
Biaya trafo baru 30MVARp 8-12 miliarRp 0 (dicegah)
Downtime produksi PKS (30 hari)Rp 15+ miliarRp 1-2 miliar (shutdown terencana)
Biaya perbaikanRp 1,8 miliar (sama)Rp 1,8 miliar
Biaya program CBM 3 tahunRp 0Rp 450 juta
Total biayaRp 26+ miliarRp 4,25 miliar

Penghematan: Rp 22+ miliar hanya dari satu trafo dalam satu kasus.

Tags:CBM trafoSFRADGAstudi kasusPKS kelapa sawitwinding deformationKalimantan

Artikel & Layanan Terkait

Program CBM Trafo

SFRA + DGA + Tan Delta + thermografi. Program 6/12 bulan untuk trafo kritis Anda.

Lihat Layanan →

Oil Analysis DGA

DGA, BDV, moisture, furan. Deteksi gangguan internal trafo sebelum terlambat.

Lihat Layanan →

Sewa SFRA FRANEO 800

Wet rent SFRA dengan operator. Rp 10.500.000/hari. Seluruh Indonesia.

Sewa Sekarang →

Hubungi Kami

Butuh Alat atau Jasa Terkait?

PT Tridaya Elektra Mandiri — alat terkalibrasi, operator bersertifikat, seluruh Indonesia

💬 Tanya Tim PT TEM Kami siap bantu informasikan:
Scroll to Top