DGA Analisis Gas Terlarut Trafo: Panduan Interpretasi Duval Triangle
DGA (Dissolved Gas Analysis) adalah teknik diagnosis kondisi trafo tenaga yang paling powerful. Dengan menganalisis gas-gas terlarut dalam minyak trafo, kita bisa mendeteksi gangguan internal (partial discharge, overheating, arcing) jauh sebelum trafo breakdown. Duval Triangle adalah salah satu metode interpretasi DGA paling akurat sesuai IEC 60599.
Mengapa Gas Terbentuk dalam Minyak Trafo?
Minyak trafo (mineral oil) dan isolasi kertas (cellulose) akan terurai menghasilkan gas-gas tertentu ketika mengalami tekanan termal atau elektrikal. Jenis dan proporsi gas yang dihasilkan berbeda tergantung jenis gangguannya:
| Gas | Simbol | Sumber Utama |
|---|---|---|
| Hidrogen | H2 | Partial discharge, korona |
| Metana | CH4 | Overheating minyak ringan (<300°C) |
| Etana | C2H6 | Overheating minyak sedang (150–300°C) |
| Etilena | C2H4 | Overheating minyak tinggi (>300°C) |
| Asetilena | C2H2 | Arcing elektrikal (suhu >700°C) |
| Karbon Monoksida | CO | Overheating kertas isolasi |
| Karbon Dioksida | CO2 | Degradasi kertas normal / akselerasi |
Metode Duval Triangle: Cara Kerja
Duval Triangle menggunakan tiga gas: CH4, C2H4, dan C2H2. Persentase relatif masing-masing diplot pada segitiga equilateral. Posisi titik dalam segitiga menentukan jenis gangguan:
| Zona | Kode | Jenis Gangguan | Tindakan |
|---|---|---|---|
| PD | Partial Discharge | Korona, voids dalam isolasi | Investigasi, monitor ketat |
| T1 | Thermal <300°C | Overheating ringan, hotspot | Kurangi beban, cek pendingin |
| T2 | Thermal 300–700°C | Overheating sedang | Shutdown direncanakan |
| T3 | Thermal >700°C | Overheating berat, konduktor terkena | Shutdown segera |
| D1 | Discharge rendah energi | Partial discharge dengan carbonization | Investigasi dalam, pertimbangkan shutdown |
| D2 | Discharge tinggi energi | Arcing, flashover internal | Shutdown segera, inspeksi dalam |
| DT | Discharge + Thermal | Kombinasi arcing dan overheating | Shutdown segera |
Nilai Batas Gas Individu (IEC 60599)
| Gas | Batas Waspada (ppm) | Batas Kritis (ppm) |
|---|---|---|
| H2 (Hidrogen) | 100 | 300 |
| CH4 (Metana) | 120 | 400 |
| C2H2 (Asetilena) | 3 | 35 |
| C2H4 (Etilena) | 80 | 280 |
| C2H6 (Etana) | 65 | 130 |
| CO (Karbon Monoksida) | 700 | 1800 |
| Total Dissolved Combustible Gas (TDCG) | 720 | 1920 |
Studi Kasus: Trafo 30MVA dengan C2H2 Naik
Trafo 30MVA 150/20kV di sebuah GI Kalimantan Timur menunjukkan hasil DGA berikut pada pemeriksaan rutin:
- H2: 45 ppm (normal)
- CH4: 120 ppm (batas waspada)
- C2H4: 280 ppm (kritis!)
- C2H2: 28 ppm (mendekati kritis)
Duval Triangle: CH4/(CH4+C2H4+C2H2) = 120/428 = 28%, C2H4/428 = 65%, C2H2/428 = 7% → Plot jatuh di zona T3 (Thermal >700°C). Keputusan: shutdown terencana dalam 2 minggu, inspeksi visual internal, SFRA test untuk cek winding.
Butuh Oil Analysis DGA untuk Trafo Anda?
PT TEM menyediakan layanan oil analysis DGA + Duval Triangle interpretation + rekomendasi tindakan. Sampel on-site atau kirim ke lab.
Frekuensi Sampling DGA yang Disarankan
- Trafo baru / setelah overhaul: 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, kemudian tahunan
- Trafo normal (tidak ada anomali): setiap 12 bulan
- Trafo zona waspada: setiap 3–6 bulan, tren gas dimonitor
- Trafo zona kritis: setiap 1 bulan atau lebih, pertimbangkan shutdown
- Trafo furnace RKEF (beban tinggi): setiap 3–6 bulan rutin
Artikel & Layanan Terkait
Layanan Oil Analysis
DGA, BDV, moisture, furan test. On-site atau kirim sampel. Laporan 3 hari kerja.
CBM Program Trafo
Program condition based monitoring 6/12 bulan. SFRA + DGA + Tan Delta.
Purifikasi Trafo
Mobile unit purifikasi on-site. BDV ge60kV terjamin. Kalimantan + Sumatra.
Butuh Alat atau Jasa Terkait?
PT Tridaya Elektra Mandiri — alat terkalibrasi, operator bersertifikat, seluruh Indonesia