Home » Perbedaan CB SF6 Dead Tank vs Live Tank 150kV – Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan CB SF6 Dead Tank vs Live Tank 150kV – Mana yang Lebih Baik?

Pemilihan circuit breaker yang tepat untuk gardu induk 150kV sangat mempengaruhi keandalan sistem dan biaya maintenance. Artikel ini membandingkan CB SF6 Dead Tank vs Live Tank secara teknis.

CB SF6 Dead Tank

Pada konstruksi dead tank, tangki/housing CB berada pada potensial tanah (grounded). Interrupter chamber berada di dalam tangki yang di-ground.

Keunggulan Dead Tank:

  • Mudah dipasang CTs di dalam tangki (bushing CT)
  • Perawatan lebih mudah – aksesibilitas tinggi
  • Footprint lebih kecil
  • Umum digunakan PLN untuk GI 150kV di Indonesia

Kekurangan Dead Tank:

  • Risiko kebakaran lebih tinggi jika internal fault
  • Kapasitas rated lebih terbatas untuk tegangan sangat tinggi

CB SF6 Live Tank

Pada live tank, tangki berada pada potensial saluran (live). Umumnya dipasang di atas isolator penyangga.

Keunggulan Live Tank:

  • Interrupter lebih sedikit per pole – desain lebih sederhana
  • Lebih andal untuk tegangan 500kV ke atas
  • Volume SF6 lebih sedikit per interrupter

Kekurangan Live Tank:

  • CT harus dipasang terpisah (stand-alone CT)
  • Biaya installasi lebih tinggi
  • Aksesibilitas maintenance lebih sulit

Perbandingan Ringkas

AspekDead TankLive Tank
Penggunaan di IndonesiaMayoritas GI 150kVGI 500kV, PLTU
CT IntegrasiYa (bushing CT)Tidak (terpisah)
MaintenanceLebih mudahLebih sulit
BiayaLebih rendahLebih tinggi
Keandalan HVBaik s.d. 245kVOptimal 500kV+

Butuh Konsultasi atau Sewa Alat?

PT Tridaya Elektra Mandiri melayani seluruh Indonesia – jasa T&C, sewa alat uji, dan supply produk elektrikal.

?? WhatsApp: 0812-9708-3589

Butuh Alat atau Jasa Terkait?

PT Tridaya Elektra Mandiri siap membantu — alat terkalibrasi, operator bersertifikat, seluruh Indonesia

💬 Tanya Tim PT TEM Kami siap bantu informasikan:
Scroll to Top